Category Archive : Kesehatan

Manfaat Seks untuk Kesehatan Fisik dan Psikologi Pasangan

Manfaat Seks untuk Kesehatan Fisik dan Psikologi Pasangan

Hubungan suami istri atau seks sudah menjadi kewajiban dan kewajaran dalam berumah tangga. Melakukan hubungan intim suami istri merupakan salah satu bentuk penyaluran kasih sayang kepada pasangannya. Hubungan suami istri yang hangat dan intim juga menjadi penentu kualitas keluarga dan keharmonisannya. Meski merupakan kegiatan fisik, namun berhubungan intim juga memiliki pengaruh secara psikis yang positif sehingga melakukan hubungan intim secara rutin sangat dianjurkan. Bagi Anda pasangan yang baru menikah atau yang akan menikah, berikut ini adalah apa saja manfaat melakukan hubungan seksual dengan pasangan sebagai informasi Anda:

  • Sebagai cara meneruskan keturunan.

Melakukan hubungan intim suami istri berarti Anda berusaha melakukan pembuahan untuk mendapatkan keturunan. Memiliki keturunan atau anak tentu menjadi salah satu tujuan dari berkeluarga. Pasangan usia subur umumnya memiliki keturunan di tahun pertama atau kedua setelah menikah. Namun ada juga yang menggunakan kontrasepsi sehingga meski melakukan hubungan intim namun mencegah terjadinya pembuahan.

  • Membakar lemak.

Berhubungan intim bersama pasangan merupakan kegiatan membakar lemak. Satu kali berhubungan badan dapat membakar 4 kalori per menit dari berbagai bagian tubuh. hubungan intim bisa menjadi aktivitas pengganti olahraga yang menyenangkan sekaligus untuk menambah keharmonisan. Anda yang memiliki masalah kelebihan berat badan di semua bagian tubuh dapat menambah frekuensi berhubungan badan untuk tampil lebih langsing.

  • Untuk jantung lebih sehat.

Sebelum berhubungan intim, antar pasangan pasti akan melakukan cumbuan untuk menghangatkan suasana. Kondisi ini saja sudah bisa meningkatkan denyut jantung dalam artian yang positif. Begitu juga pada saat melakukan hubungan intim dan setelahnya. Fungsi dan manfaatnya sama dengan olahraga untuk memacu kerja jantung agar lebih sehat. Penelitian mengungkapkan pasangan dengan frekuensi hubungan seksual dua kali seminggu lebih sehat dan terhindar dari resiko penyakit jantung lebih dari 50%nya dibandingkan dengan mereka yang melakukan hubungan badan lebih jarang.

  • Meredakan stress.

Manfaat psikologi ini sangat penting untuk diketahui para calon pasangan. Melakukan hubungan intim bisa mengurangi resiko stress yang dapat menjadi pemicu berbagai penyakit. Saat melakukan orgasme, tubuh akan melepas hormon yang bisa membuat perasaan seseorang menjadi lebih nyaman.

  • Mengurangi resiko kanker prostat.

Bagi laki-laki, berhubungan intim dengan pasangan secara rutin akan mencegah dari penyakit kanker prostat. Penelitian menyebutkan pria yang melakukan ejakulasi lebih rutin akan terhindar dari bahaya kanker prostat dibandingkan mereka yang jarang ejakulasi.

  • Meningkatkan kualitas tidur.

Setelah berhubungan intim, pastinya tubuh akan merasa kelelahan karena sama dengan melakukan olahraga yang membakar 4 kalori per menitnya. Dari rasa lelah dan pelepasan hormon nyaman tadi, pasangan dapat tidur dengan lebih nyaman. Saat tidur ini juga terjadi metabolisme tubuh yang lebih maksimal sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik.

Selain manfaat di atas, tentu saja berhubungan seks dengan pasangan akan meningkatkan keharmonisan keluarga. Frekuensi berhubungan badan yang baik adalah 2 hingga 4 kali seminggu. Dengan frekuensi hubungan intim yang sehat, pasangan akan memiliki resiko depresi, gangguan mental dan keinginan bunuh diri lebih rendah. Anda juga bisa meningkatkan kualitas hubungan intim dengan menggunakan posisi-posisi baru yang lebih menyenangkan. Bahkan jika Anda dan pasangan belum berniat memiliki keturunan, Anda tetap bisa menikmati hubungan badan dengan menggunakan alat pengaman atau alat kontrasepsi sesuai dengan pilihan dan keleluasaan.

Waspada Makanan Pemicu Usus Buntu

Waspada Makanan Pemicu Usus Buntu

Waspada Makanan Pemicu Usus BuntuPernahkah Anda merasakan nyeri perut mendadak setelah makan? Atau tiba-tiba mual atau bahkan muntah dan mengalami gangguan pencernaan? Hati-hati, bisa jadi itu adalah ciri-ciri usus buntu. Penyebab radang usus buntu adalah penyumbatan pada usus buntu. Kondisi ini dapat terjadi di usia berapapun, namun seringkali terjadi pada usia 10-30 tahun. Meskipun makanan memang tidak benar-benar menjadi penyebabnya, namun ada beberapa makanan tertentu yang dapat memperburuk masalah usus buntu. Simak beberapa makanan penyebab usus buntu berikut ini.

  • Makanan Pedas

Makanan pedas dapat menyebabkan kondisi yang dapat membuat Anda merasa tidak nyaman dan mungkin menyerupai gejala awal penyakit usus buntu. Makan makanan pedas seperti cabai, paprika pedas, atau sambal dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan ini dapat menyebabkan rasa sakit parah di daerah antara tulang dada dan pusar, disertai dengan mual. Rasa sakit dapat menjadi sangat tidak nyaman, yang mungkin sulit dibedakan dengan gejala usus buntu. Jika Anda menduga bahwa itu adalah kondisi usus buntu, maka carilah bantuan medis segera.

  • Makanan Rendah Serat

Meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, yang tinggi akan karbohidrat dan rendah serat dapat meningkatkan resiko radang usus buntu. Dalam sebuah penelitian terhadap hampir dua ribu orang anak di Yunani, ditekankan bahwa anak-anak dengan radang usus buntu memiliki asupan serat yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memilikinya. Dalam studi kasus lainnya yang dilakukan di Amerika Serikat, ditemukan bahwa anak-anak yang memiliki persentase asupan serat lebih dari 50% memiliki resiko 30% lebih rendah terkena radang usus buntu dibandingkan dengan anak yang jarang makan serat. Selain itu, konsumsi gula dan makanan manis yang besar dapat menyebabkan sembelit dan meningkatkan pemaparan infeksi, yang pada akhirnya menjadi penyebab penyakit usus buntu.

  • Daging

Sistiserkosis (penyakit yang disebabkan oleh cacing pita pada babi) dan taeniasis (penyakit akibat cacing pita dari sapi dan babi) terus menjadi masalah kesehatan utama di negara-negara berkembang. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang bisa terinfeksi akibat mengonsumsi telur dari spesies taenia (cacing pita) pada daging (terutama daging babi dan sapi).

Wajib Tahu! Inilah 5 Penyebab Mimisan Pada Anak Saat Tidur

Wajib Tahu! Inilah 5 Penyebab Mimisan Pada Anak Saat Tidur

Wajib Tahu! Inilah 5 Penyebab Mimisan Pada Anak Saat TidurMimisan pada anak kerap terjadi, terlebih pada anak usia 3 hingga 10 tahun yang pembuluh darahnya masih tergolong rapuh. Mimisan dapat terjadi kapan saja, tak hanya pagi ataupun siang hari saat anak sedang beraktivitas. Karena tak jarang mimisan juga dapat terjadi ketika anak sedang tidur.

Tak perlu panik, karena umumnya penyebab mimisan bukanlah pertanda gangguan kesehatan serius. Lalu apa penyebab mimisan pada saat anak dalam kondisi terlelap tidur?

  1. Flu dan Alergi

Penyebab pertama anak mimisan saat tidur adalah karena flu dan alergi. Saluran pernapasan atas yang terkena infeksi akan memicu produksi lendir sehingga anak akan kerap mengalami bersin, begitu pula efek samping dari reaksi alergi. Infeksi dapat terjadi karena sistem imun anak yang tergolong masih lemah.

Anak yang terlalu sering bersin dapat membuat hidungnya menjadi iritasi, dan cenderung akan memberat pada malam hari sehingga risiko mimisan pada saat tidur pun meningkat. Hidung yang tersumbat juga dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah, sehingga lebih rentan terhadap trauma.

  1. Hidung Kering

Hidung yang kering dapat disebabkan oleh udara kering, karena udara yang kering dapat membuat kulit menjadi kering tak terkecuali bagian dalam hidung. Pembuluh darah kapiler yang terdapat di dalam hidung sangat sensitif, sehingga saat bagian dalam hidung terasa sangat kering pembuluh kapiler akan pecah dan terjadilah mimisan.

Jika mimisan terjadi karena kondisi hidung yang kering, anak cenderung akan merasakan sakit pada bagian hidung. Oleh karena itu untuk mengurangi risiko terjadinya mimisan karena udara kering, pastikan suhu kamar Anak selalu lembap.

  1. Cuaca yang Terlalu Panas Atau Dingin

Selain udara yang kering, cuaca yang terlalu panas maupun dingin juga dapat memicu terjadinya mimisan pada anak. Saat anak tidur di dalam kamar yang suhunya terlalu panas, tak menutup kemungkinan akan mengalami mimisan karena pecahnya pembuluh darah kapiler.

Bila cuaca terlalu panas, Anda dapat menyiasati dengan memasang AC ataupun kipas angin untuk menghilangkan udara panas di dalam kamar. Sebaliknya, jika cuaca terlalu dingin Anda dapat memakaikan selimut agar buah hati Anda tak merasa kedinginan.

  1. Mengonsumsi Obat-Obatan

Obat-obatan tertentu rupanya berpengaruh pada terhambatnya kemampuan pembekuan darah dalam tubuh, salah satunya obat atiplatelet seperti klopidogrel, aspirin, atau antikoagulan. Obat anti-inflamasi nonstreroid juga berdampak pada tubuh sehingga rentan akan pendarahan. Tak hanya obat, suplemen tertentu juga dapat memiliki efek samping memperpanjang waktu pendarahan.

  1. Paparan Zat Kimia

Zat kimia ternyata juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya mimisan saat anak tidur. Paparan zat kimia sendiri dapat terjadi saat anak sedang berada di luar ruangan ataupun karena polusi udara di jalan raya. Tak hanya itu, paparan asap rokok juga dapat menyebabkan hidung mengalami iritasi.

Demikianlah 5 penyebab mimisan pada anak saat tidur. Namun Anda tetap perlu menaruh kecurigaan jika mimisan terjadi terus menerus, karena tak menutup kemungkinan mimisan menjadi pertanda suatu penyakit.

Manfaat Susu Kedelai untuk Anak-Anak

Manfaat Susu Kedelai untuk Anak-Anak

Manfaat Susu Kedelai untuk Anak-AnakBahan alami memiliki manfaat dan khasiatnya masing-masing. Salah satunya adalah susu kedelai. Susu kedelai memiliki banyak peminat karena biasanya digunakan sebagai pengganti susu sapi. Anak-anak harus memiliki asupan nutrisi yang mencukupi. Akan tetapi, ada anak-anak yang memiliki alergi susu sapi. Karena hal tersebut, orang tua bisa menggantinya dengan susu kedelai yang juga memiliki kelebihan. Manfaat susu kedelai akan sangat membantu anak-anak dalam mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh.

Membantu anak-anak yang alergi terhadap laktosa

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tidak semua anak-anak tahan terhadap susu sapi. Ada beberapa anak yang justru mengalami alergi ketika mengonsumsinya. Kandungan dalam susu sapi yang membuat anak-anak alergi adalah laktosa. Laktosa tidak ditemukan dalam susu kedelai. Itulah mengapa, susu kedelai bisa dijadikan pengganti susu sapi. Bila anak-anak alergi terhadap laktosa, penyakit yang bisa timbul adalah diare. Mengonsumsi susu kedelai akan menjauhkan anak kecil dari diare yang mungkin menerjang. Akan tetapi, pastikan anak-anak juga tidak mengalami alergi akibat protein yang dihasilkan kacang kedelai. Anda bisa berkonsultasi kepada dokter atau praktisi kesehatan untuk membantu anak-anak mendapat asupan nutrisi sesuai dengan ukuran yang sesuai.

Baik untuk pencernaan

Keuntungan lain yang bisa didapat oleh tubuh ketika rutin mengonsumsi susu kedelai adalah organ pencernaan akan menjadi lebih sehat. Susu kedelai memiliki banyak serat yang sangat baik untuk tubuh. Selain itu, susu kedelai juga bisa berfungsi untuk menurunkan jumlah lemak atau kolesterol dalam tubuh. Namun, selain mengonsumsi susu kedelai secara rutin, akan lebih baik bila Anda juga mengimbangi asupan nutrisi sang buah hati dengan makanan sehat lainnya.

Antioksidan

Selain beberapa manfaat yang telah disebutkan sebelumnya, susu kedelai juga bisa dipakai sebagai sumber antioksidan. Hal itu didapat karena susu kedelai memiliki kandungan isoflavon. Isoflavon akan membantu tubuh anak memerangi sel-sel yang rusak akibat polusi, sinar ultraviolet dan lain sebagainya.

Tumbuh kembang anak menjadi lebih maksimal

Sebagai orang tua, pastinya menginginkan anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal. Hal itu bisa diusahakan dengan anak-anak yang rajin mengonsumsi susu kedelai. Kandungan yang membuat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak menjadi lebih baik adalah asam amino. Karena kemampuan susu kedelai yang baik ini, sudah ada beberapa merk susu formula yang mengkombinasikan susu kedelai dalam produk mereka. pilihan ini tentu saja menarik perhatian orang tua karena mereka akan mampu memberikan hal terbaik untuk anaknya.

Beberapa poin di atas menjelaskan apa saja manfaat yang bisa didapat dari anak-anak yang rajin mengonsumsi susu kedelai. Perlu diingat bahwa konsumsi yang dimiliki anak-anak harus sesuai dengan porsi wajar. Jangan sampai anak-anak mengonsumsi susu kedelai secara berlebihan sehingga menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.