Cerita Ramadan dari Negeri Sakura, Serupa tetapi Tidak Sama Dengan IndonesiaCerita Ramadan kali ini datang dari Negara Jepang. Negara yang dihuni dengan minoritas umat muslim ini ternyata memiliki suasana Ramadan yang tidak kalah uniknya. Walaupun suasana Ramadan di Jepang di semeriah di negeri sendiri, tetapi tidak ada salahnya untuk mengungkap sisi lain dari Negara jepang ketika bulan Ramadan.

Puasa di Jepang dengan toleransi yang tinggi

Hidup di Negara dengan umat muslim sebagai minoritas tentu tidak semudah apa yang ada dibayangkan anda. Termasuk ketika anda tinggal di Jepang. Untungnya, walaupun Islam bukan mayoritas disana, tetapi umat muslim disini tetap bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan sangat baik dan nyaman. Hal ini pun didukung karena adanya tingkat toleransi yang sangat tinggi di Negara tersebut.

Jepang sendiri akan memberikan kebebasan bagi penduduknya untuk memeluk agama apapun termasuk Islam. Mereka akan diberikan kebebasan dalam menjalankan ibadah Ramadan. Jika dilihat sekilas, suasa Ramadan di jepang memang tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Tetapi menjalankan ibadah puasa di negeri sakura ini  sangat berat.

Hal ini tidak lain karena bulan Ramadan sendiri jatuh pada musim panas ataupun musim dingin di jepang. Inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi umat muslim untuk menjalankan puasa. Salah satu tantangan terberat saat Ramadan di jepang adalah jika bulan Ramadan ini jatuh pada musim panas. Karena ternyata pada musim inilah, umat muslim di jepang harus menjalankan puasa selama 16-17  jam.

Sedangkan untuk sahur, mereka harus bangun sebelum pukul 3 pagi. Sedangkan untuk isya sendiri baru akan dimulai pada pukul 9 malam ketika musim panas. Inilah mengapa puasa saat summer di jepang sangat memberikan tantangan tersendiri bagi umat muslim.

Puasa sendiri menjadi waktu yang tepat bagi kita untuk menjadi pribadi yang semakin baik dengan meningkatkan keimanan kita. Itulah mengapa walaupun di cuaca yang panas, tak sedikit para muslim yang berhasil menyelesaikan puasa mereka hingga magrib. Terlebih lagi, lingkungan sekitar yang memiliki toleransi yang cukup tinggi.

Mengenalkan Ramadan di tempat kerja menjadi Ramadan

Jepang merupakan salah satu Negara maju yang sangat menjunjung tinggi kedisiplinan, baik itu didalam lingkungan belajar ataupun bekerja. Hal ini jugalah yang terkadang akan membuat seseorang berat untuk menjalankan puasa. Karena umat muslim dituntut untuk melakukan kegiatan seperti biasanya. Itulah mengapa  kemungkinan besar, anda juga akan sulit menemukan suasana Ramadan seperti di Indonesia.

Itulah mengapa tidak sedikit para muslim yang biasanya mengenalkan Ramadan untuk memupuk semangat mereka dalam menjalankan ibadah puasa. Agar anda bisa melakukan kegiatan berpuasa hingga selesai, melakukan komunikasi dengan teman atau rekan kerja bisa menjadi pilihan yang tepat. Bahkan tidak jarang anda akan menemukan masyarakat Jepang tidak makan dan minum didepan para muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Kondisi tempat ibadah muslim di Jepang

Cerita Ramadan dari Negara Jepang tidak berhenti disitu saja. Karena tingginya sikap saling menghormati itulah, Jepang ternyata memiliki rumah ibadah bagi umat muslim. Dengan adanya rumah ibadah inilah akan memberikan kemudahan bagi anda dalam menjalankan ibadah. Salah satu tempat ibadah umat adalah masjid Tokyo.

Masjid ini sendiri juga dikenal dengan Tokyo Camii. Dimana terletak di ibukota Jepang. Ciri khas dari bangunan masjid ini adalah arsitektur bangunannya yang bergaya turki. Kabarnya masjid megah ini sudah ada di Jepang pada 1938 silam. Suasana Ramadan disini cukup meriah dan biasanya diadakan buka bersama hingga pengajian.

Demikian cerita Ramadan yang berasal dari negeri sakura. Hidup di negara dengan muslim sebagai minoritas memang tidak boleh melemahkan semangat anda untuk menjalankan ibadah puasa.

shares