Sertifikat tanah gratis bisa didapat dari program PTSLProgram sertifikasi kepemilikan tanah sebenarnya sudah mulai diberlakukan sejak tahun 1990-an. Namun, perkembangannya yang masih lambat membuat sebagian besar bidang tanah yang sudah dimiliki pihak tertentu belum juga mempunyai sertifikat tanahnya. Padahal, dengan adanya sertifikat tanah tersebut, aset lahan akan semakin terjamin secara hukum terlebih saat ini terdapat program sertifikat tanah gratis dari pemerintah.

Sebagai alas hukum, fungsi sertifikat tersebut juga bisa menjadi kepemilikan secara resmi oleh pihak yang memilikinya. Namun, masih saja sebagian bidang tanah di Indonesia tidak dibuatkan sertifikatnya karena cara membuatnya yang sulit atau berbelit-belit dan biaya pengurusannya yang tidak murah.

Tapi tenang saja. Sekarang ini sudah ada program khusus pengurusan sertifikat tanah yang diberlakukan oleh Presiden Jokowi, yaitu sertifikat tanah gratis yang disebut sebagai Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap atau PTSL. Pemerintahan Jokowi menginginkan sertifikasi lahan tersebut juga sejalan dengan program reformasi agraria yang dijanjikan.

Program PTSL tersebut difungsikan untuk menyisir keseluruhan daerah yang sudah didata dengan cara pendaftaran sertifikasi. Kalau sebelumnya sistem pengurusannya rumit dan berbelit-belit, sekarang sudah bisa dilakukan dengan cara jemput bola, karena petugas yang langsung datang ke pihak pemohon untuk mendata dan memberikan sertifikat tanahnya.

Semua biaya admin yang dilakukan di BPN atau Kantor Badan Pertanahan Nasional dalam mengurus sertifikat tanah, seperti biaya ukur, biaya petugas yang memeriksa tanah, hingga biaya pendaftaran yang bisa Anda lakukan di seluruh cabang, akan dibayarkan oleh APBN atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Langkah tersebut memang sangat efektif dalam memberikan pelayanan ke masyarakat dalam bentuk sertifikat tanah gratis, sehingga diharapkan mampu mengejar target sebanyak 126 juta tanah sudah memiliki sertifikat hingga tahun 2024.

Dilihat dari perkembangannya, program dari Presiden Jokowi ini memang sudah mengalami kemajuan yang signifikan dari tahun ke tahun. Misalnya saja di tahun 2017, pemerintah sudah mengeluarkan sebanyak 5 juta sertifikat tanah. Lalu di tahun 2018 sudah berhasil mengeluarkan 6 juta sertifikat tanah. Pemerintah pun sudah mengeluarkan target di tahun 2019 ini dengan angka 9 juta tanah yang sudah disertifikasi.

Banyak manfaat yang diperoleh selama pemberlakuan program sertifikat tanah gratis ini.

  1. Mudah mendapatkan bukti pengakuan aset tanah

Program ini sudah memberikan dampak yang luar biasa pada masyarakat Indonesia, salah satunya adalah bukti pengakuan aset kepemilikan tanah secara resmi. Sebelum adanya PTSL, masyarakat sangat sulit mendapatkan sertifikasi tanah, sehingga malas untuk mengurusnya.

Tapi sejak adanya PTSL, masyarakat semakin antusias mendaftarkan tanahnya agar bisa diberikan sertifikasi. Dengan begitu, aset tanahnya bisa disetujui secara hukum, sehingga terhindar dari sengketa tanah akibat tidak legal.

  1. Mudah mendapatkan pinjaman bank

Karena sudah mendapatkan kepastian hukum, tentu saja pemilik tanah akan semakin mudah mendapatkan pinjaman dari bank. Seperti yang kita sudah ketahui, kalau ingin meminjam modal dari bank, tanah menjadi salah satu agungan untuk mendapatkan pinjaman tersebut. Kalau tidak ada, tentu akan sulit mendapatkan pinjamannya.

Dengan mengikuti PTSL dan mendapatkan sertifikat secara gratis, tentu petani maupun masyarakat yang kesulitan modal akan mudah mendapatkan akses ke perbankan.

  1. Dilakukan secara gratis

Manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat yaitu tidak dikenakan biaya apapun untuk mendapatkan sertifikatnya. Dulu orang perlu membayar sejumlah biaya agar pihak pengurus dapat mengurusnya secara keseluruhan. Namun, PTSL ini gratis, sehingga masyarakat semakin tenang.

Bagi Anda yang belum memiliki sertifikat kepemilikan tanah, sebaiknya ikuti saja program sertifikat tanah gratis dari Jokowi ini. Pengurusannya yang lebih cepat tidak memakan waktu sampai sebulan, Anda pun juga tidak dikenakan biaya apapun dibandingkan mengurusnya sendiri melalui notaris yang harus membayar dengan biaya tertentu.

shares