Google-scraps.com

Mengejar mimpi mnjadi lebih baik dengan informasi bermanfaat

Apa saja Gejala Neuropati di Kaki ?

Apa saja Gejala Neuropati di Kaki ?

Apa saja Gejala Neuropati di Kaki ?

Apa saja Gejala Neuropati di Kaki ?Telapak kaki terasa panas sering kali dialami oleh banyak pekerja kantoran yang sibuk dan tidak bisa melenturkan otot – otot tubuh mereka. Panas pada telapak kaki sangat sering dialami oleh orang – orang terlalu sibuk bekerja atau terlalu fokus pada satu posisi sehingga menyebabkan banyak otot – otot yang menegang. Hal tersebut sering kali dibicarakan sebagai penyebab atau gejala dari penyakit neurophati. Neuropathi adalah penyakit yang menyerang sistem syaraf. Syaraf – syaraf pada penyakit ini biasanya banyak mengalami masalah. Masalah yang sering kali terjadi karena otot kaku dan kurangnya pergerakan pada tubuh. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadi acuan akan penyakit neuropathi ini. Neuropathi adalah penyakit gangguan syaraf yang disebabkan oleh banyak hal termasuk oleh kecelakaan kerja hingga cidera yang pernah di derita. Neuropathi ini banyak jenisnya akan tetapi yang paling banyak diserang adalah anggota tubuh aktif yang paling sering menanggapi rangsang. Alat tubuh yang aktifa adalah kaki dan tangan. Kaki adalah anggota tubuh yang paling sering mengalami gejala neuropati.

Kaki adalah salah satu alat gerak aktif dari tubuh manusia. Jika kaki mengalami gangguan maka bisa di pastikan banyak kegiatan yang akan terhenti. Kaki digunakan untuk bergerak, berlari dan berpindah tempat. Hampir semua kegiatan menggunakan kaki. Kaki pula yang paling rawan terkena banyak penyakit. Salah satunya adalah penyakit neuropathi. Penyakit neuropathi pada kaki memiliki gejala – gejala sebagai berikut:

  1. Kedutan

Kedutan atau dalam dunia kedokteran biasa disebut dengan kram kaki. Kram kaki ini adalah kontaksi tiba – tiba dan tidak terkendali yang terjadi pada kaki. Kontraksi ini terjadi karena sistem syaraf mengalami gangguan. Gangguan – gangguan tersebut membuat loncatan yang tak terkendali pada kaki. Walau tidak selalu di kaki akan tetapi gejala ini bisa saja diartikan sebagai salah satu gejala neurophati. Tangan dan bagian tubuh lainnya juga sering kali mengalami kedutan. Otot – otot yang kaku juga sering kali menyebabkan kedutan terjadi pada kaki

  1. Lumpuhnya kaki

Kelumpuhan yang dimaksud adalah melemahnya otot kaki yang digunakan untuk menyangga tubuh. Para penderita neurophati sering kali mengalami hal tersebut. Otot kaki biasanya tiba – tiba melemah dan tidak dapat digunakan untuk berdiri. Hal seperti yang harus diwaspadai. Kelumpuhan sementara pada kaki ini biasanya akan berangsur membaik pada beberapa menit setelahnya. Akan tetapi jika kelemahan sistem syaraf kaki tersebut tidak sembuh dalam waktu setengah jam bisa jadi hal tersebut menjadi gejala penyakit yang lebih parah. Disarankan untuk segera menghubungi dokter terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Kesulitan berjalan karena kram

Pada kondisi ini kram atau kesemutan sering kali menjadi penyebab seseorang sulit berjalan. Kram yang terjadi pada kaki biasanya akan menimbulkan sensasi nyeri dan rasa kebas atau mati rasa pada kaki. Rasa kebas ini membuat otot dan syaraf tidak dapat menanggapi rangsang secara baik. Kondisi kaki yang mati rasa membuat alat tubuh aktif ini mengalami kesulitan dalam berjalan. Hal tersebut tentu akan sangat mengganggu aktivitas sehari – hari dari si penderita. Kesemutan yang sering kali terjadi dan dalam waktu yang lama patut diwaspadai. Dengan kondisi neurophati pasien hal tersebut dapat menjadi gejala yang lebih membahayakan.

  1. Telapak kaki sering terasa panas

Ini adalah gejala umum yang paling banyak di alami oleh penderita neuropati. Telapak kaki yang tiba – tiba memanas membuat beberapa aktivitas menjadi terganggu. Rasa panas tersebut tidak hanya dialami oleh para penderita neuropati akan tetapi banyak penyakit lain yang memiliki gejala serupa.

  1. Otot mengecil

Yang dimaksud dengan otot mengecil adalah kondisi dimana otot mengalami penyusutan akibat kurang gerak ataupun kurang olahraga. Penyusutan masa otot ini banyak terjadi pada orang – orang yang jarang berolahraga atau jarang menggerakan tubuh mereka. Otot akan terus berkembang jika bagian – bagian tubuh juga turut bergerak. Otot yang menyempit atau mengecil merupakan salah satu gejala dari penyakit neurophati. Otot pada kaki yang mengecil membuat pergerakan kaki tersebut juga semakin sulit.

Bisnis Jual Polyflex

Kiat Memaksimalkan Bisnis Jual Polyflex Agar Banyak Untung

Bisnis Jual PolyflexSablon digital merupakan teknologi untuk membuat sablon yang sudah semakin menjamur di masyarakat. Dengan memakai peralatan khusus, proses menyablon menjadi semakin gampang dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Salah satu bahan yang dipakai adalah polyflex. Pelaku usaha mulai banyak yang mengambil peluang membuka bisnis jual polyflex karena keuntungannya yang semakin terbuka lebar.

Menjadi salah satu bahan sablon yang gampang diproses sehingga banyak yang mencarinya, tidak heran banyak orang yang mulai membuka bisnis penjualan bahan polyflex. Tapi agar mendapatkan banyak pelanggan, tentu ada beberapa poin penting yang harus kamu lakukan. Berikut beberapa kiat agar bisnis jualan bahan polyflex kamu berjalan sukses.

  1. Pilih bahan polyflex yang berkualitas

Salah satu poin yang selalu menjadi pertimbangan calon konsumen adalah kualitasnya. Mereka mau kualitas bahan polyflex yang dijual sudah berkualitas dan tidak ada cacat pada bahannya. Karena itu, kamu harus memilih distributor yang menyediakan polyflex dengan kualitas bahan yang bagus tanpa adanya cacat.

Saat kamu memilih bahannya, lihatlah satu per satu bagaimana kondisi barangnya. Kalau kamu melihat ada yang rusak, segeralah minta ganti pada distributornya. Memang tidak menjadi masalah kalau kamu menggunakannya untuk sendiri, tapi untuk dijual lagi ke konsumen yang lain sebaiknya kamu pilih yang mulus.

  1. Membuat katalog

Bisnis jual polyflex belum lengkap kalau kamu belum membuat katalog. Tujuan pembuatan katalog untuk mengenalkan bahan polyflex yang kamu jual ke pihak calon konsumen. Mereka akan semakin gampang mengenal bahan-bahan polyflex yang kamu jual, apalagi mereka yang masih awal soal jenis bahan ini.

Selain itu, calon konsumen juga bisa tahu keadaan bahan polyflex yang sudah diproses dan mana yang belum. Tentu bisa menjadi bahan pertimbangan mereka akan membeli polyflex dari kamu atau tidak. Pastikan kamu membuat katalognya dengan rapi dan tersusun dengan baik. Jangan lupa masukan penjelasan singkatnya agar calon konsumen juga gampang mengerti.

  1. Berikan banyak pilihan warna dan jenis bahannya

Agar calon konsumen tertarik membeli polyflex dari tokomu, sebaiknya kamu memberikan banyak pilihan warna dan jenis bahannya. Mesti kamu tahu kalau polyflex punya 3 jenis yang bisa kamu jual. Pelajari ketiga perbedaannya dengan baik agar kamu bisa menjelaskan dengan baik ke calon konsumen.

Selain itu, jangan lupa pilih warna-warna yang banyak diminati. Jangan memilih warna yang sangat jarang dipilih karena tidak akan laku. Kamu bisa mensurvey-nya melalui online atau bertanya langsung ke orang-orang yang sering membeli bahan polyflex.

  1. Sesuaikan harganya

Harga menjadi pertimbangan utama calon konsumen mau membeli bahan polyflex kamu. Dalam bisnis jual polyflex, tentu kamu harus menawarkan harga yang sesuai dan kompetitif agar tidak dianggap terlalu mahal atau terlalu murah. Kamu sesuaikan saja dengan kualitas yang kamu tawarkan. Kalau kualitasnya biasa saja, kamu bisa menawarkannya dengan harga yang cukup rendah. Berbeda kalau kualitasnya lebih bagus, tentu harga jualnya lebih tinggi.

Pertimbangkan poin-poin jual polyflex di atas agar bisnis kamu cepat laku. Jangan sampai kamu asal-asalan menjualnya membuat usaha kamu semakin layu. Cari informasi sebanyak-banyak agar kamu bisa semakin tahu bagaimana membuka usaha menjual polyflex yang benar.

Mata Kering Sebabkan Iritasi, Atasi dengan Insto Dry Eyes

Mata Kering Sebabkan Iritasi, Atasi dengan Insto Dry Eyes

Mata Kering Sebabkan Iritasi, Atasi dengan Insto Dry EyesAir mata merupakan bagian penting bagi indra penglihatan setiap manusia. Bagaimana tidak, cairan yang diproduksi oleh kelenjar mata ini, berfungsi untuk melembapkan dan melumasi mata Anda. Jika cairan pada mata mengering, maka Anda akan sangat mungkin merasakan mata perih. Mata yang perih merupakan tanda bahwa mata tak lagi lembap dan kondisinya sudah teriritasi.

Fungsi Air Mata dan Mengapa Cairan Tersebut Bisa Mengering?

Kelenjar air mata merupakan kelenjar yang berfungsi memproduksi air mata dari 4 zat utama, yaitu air, minyak, mukus, dan antibodi. Jika keempat zat yang dikombinasikan ini memiliki komposisi yang seimbang, maka akan dihasilkan air mata yang berkualitas. Saat Anda mengedip, air mata akan secara otomatis melumasi bola mata dan membuat Anda bisa melihat dengan sangat jelas.

Berkurangnya kuantitas cairan mata, bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Umumnya, saat menginjak usia 50 tahun, jumlah air mata yang diproduksi oleh kelenjar air mata akan berkurang. Begitu pun jika diketahui ada penyakit yang sedang diidap oleh seseorang, misalnya seperti lupus, tiroid, dan juga diabetes. Penyakit jenis ini dapat memicu terganggunya sistem kerja kelenjar air mata.

Selain karena disebabkan oleh faktor umur dan penyakit, mata yang kering juga sangat umum terjadi karena kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Jika Anda terbiasa beraktivitas di lapangan dengan kondisi udara yang kering dan berangin, mata yang kering sangat mungkin Anda alami. Begitu pun jika Anda bekerja di ruangan ber-AC, yang kualitas udaranya jauh dari kondisi lembap.

Faktor lain yang juga sangat mungkin memicu terjadinya mata yang kering adalah, frekuensi menatap layar ponsel yang sangat intens. Jika Anda terus-teruskan menghabiskan waktu memandang layar ponsel, maka cairan mata akan dengan mudah menguap. Selain itu, Anda akan merasakan mata lelah dan juga terasa pegel, karena otot mata dipaksa untuk bekerja lumayan lama.

Gejala yang Muncul Saat Mata Sedang Mengalami Kekeringan

Ketika mata dalam keadaan kering, Anda bisa mengenalinya lewat tanda-tanda atau gejala yang ditimbulkannya. Gejala pertama yang bisa Anda kenali dengan mudah adalah mata pegel dan juga lelah. Biasanya, kondisi mata yang seperti ini terasa saat Anda terlalu lama menatap layar ponsel. Lelahnya mata juga bisa disebabkan oleh kebiasaan membaca lama, tanpa disertai dengan jeda.

Gejala selanjutnya adalah mata yang terasa perih. Perihnya mata menandakan bahwa sudah terjadi iritasi pada mata yang kering tersebut. Perihnya mata umumnya disertai dengan rasa gatal, yang membuat Anda cenderung berusaha untuk menguceknya. Namun, jika mata yang kering Anda kucek, malah akan membuat kondisi mata jadi lebih buruk dibandingkan kondisi sebelumnya.

Menghilangkan Rasa Perih karena Kondisi Mata yang Kering

Perihnya mata karena kondisinya yang kering, akan terasa sangat menyiksa. Selain itu, Anda juga akan kesulitan saat melihat sesuatu, karena mata yang kering cenderung membuat pandangan jadi mengabur. Melakukan pengobatan merupakan solusi utama, untuk bisa membantu Anda keluar dari kondisi ini. Jika memang ingin menyembuhkannya, Anda bisa menggunakan Insto Dry Eyes.

Insto Dry Eyes merupakan obat tetes mata steril yang diracik khusus untuk mengobati mata yang kering. Bahan aktif dalam obat tetes mata steril ini, akan kembali melembapkan dan melumasi mata. Anda cukup menggunakan 1 hingga 2 tetes Insto Dry Eyes sebanyak 3 kali dalam sehari. Sesudahnya, gejala mata yang kering seperti mata sepet, perih, dan lelah akan sembuh seketika.

Jangan Asal Tergiur Tawaran Dana Cepat, Cek Dulu 3 Hal Ini

Jangan Asal Tergiur Tawaran Dana Cepat, Cek Dulu 3 Hal Ini

Jangan Asal Tergiur Tawaran Dana Cepat, Cek Dulu 3 Hal IniButuh dana cepat untuk kebutuhan darurat? Kamu bisa daftar dan ajukan pinjaman dana ke Kredivo sekarang. Proses daftarnya mudah, pinjaman cair cepat, dan suku bunganya paling rendah, hanya 2,95% per bulan.

Demi keamanan data-data pribadi dan kondisi keuanganmu di masa depan, sebaiknya jangan mudah tergiur dengan tawaran pinjaman dana cepat yang sering muncul melalui SMS, telepon marketing, hingga iklan di media sosial. Ditambah lagi, saat ini, tawaran pinjaman dana juga datang dengan suku bunga yang sangat tinggi, bisa mencapai 1% per hari. Kalau nggak hati-hati dan dicek lebih dulu, bisa-bisa malah bikin susah dan menyesal di kemudian hari.

Dari sekian banyak tawaran pinjaman dana yang beredar, ada tiga poin utama yang wajib kamu cek sebelum memutuskan untuk apply, di antaranya:

Asal & izin perusahaan yang bersangkutan

Asal yang dimaksud di sini adalah asal negara dari perusahaan pinjaman dana yang bersangkutan. Jika berasal dari luar negeri, pastikan dulu apakah perusahaan tersebut memiliki izin dan sudah punya cabang kantor di Indonesia. Karena bergerak di sektor keuangan, perusahaan pinjaman dana online atau fintech wajib mendaftarkan diri dan melewati serangkaian uji kelayakan di Otoritas Jasa Keuangan. Dengan terdaftarnya sebuah fintech di OJK sama artinya dengan fintech tersebut layak dan aman untuk digunakan masyarakat. Plus, ada payung hukum yang jelas jika sewaktu-waktu terjadi masalah dalam proses transaksi.

Apabila kamu tidak menemukan informasi yang jelas terkait dengan perusahaan fintech yang ingin digunakan, baik di situs OJK ataupun di laman fintech itu sendiri, sebaiknya hindari menggunakan jasa fintech tersebut. Per April 2018, ada 106 fintech yang sudah dirilis dan terdaftar resmi di OJK. Jadi, kamu nggak akan kehabisan pilihan, yang penting, jangan malas untuk riset demi keamanan.

Salah satu fintech legal dari 106 tersebut adalah Kredivo yang bekerja sama dengan BFI Finance untuk menyediakan layanan pinjaman dana cepat berbasis online bagi masyarakat. Yang menarik, Kredivo bisa memberikan limit kredit maksimal hingga Rp 30 juta yang disesuaikan dengan profil/besaran penghasilan calon nasabah. Limit kredit nontunai ini nantinya bisa digunakan untuk kredit barang di e-commerce tanpa kartu kredit ataupun dicairkan menjadi pinjaman tunai dengan tenor pengembalian mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan, dan suku bunga hanya 2,95% per bulan.

Cara pengajuan pinjaman beserta biaya-biaya yang menyertai

Hati-hati apabila menemui penyedia jasa pinjaman dana cepat yang dokumen persyaratan dan cara pengajuannya terbilang sangat mudah, apalagi hanya mengandalkan KTP atau KK. Sebab, ketika meminjam sejumlah dana, baik di bank atau di aplikasi fintech, dibutuhkan juga dokumen yang menyatakan bahwa kamu memiliki penghasilan tetap, baik berupa slip gaji, akun internet banking, ataupun surat keterangan usaha apabila kamu wirausahawan.

Dengan Kredivo misalnya, selain butuh foto KTP, isi form data diri, foto selfie, Kredivo juga akan meminta kamu menghubungkan akun internet banking sebagai bukti dan validasi penghasilan serta 1 akun e-commerce kamu yang sudah ada riwayat transaksinya sebagai bukti domisili. Ini terkait dengan persyaratan daftar akun Kredivo yang meliputi: usia pendaftar wajib berusia 18 tahun ke atas, berpenghasilan minimal Rp 3 juta per bulan, dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.

Selain itu, dari sisi cara pengajuan pinjaman, apabila berbasis digital, maka seharusnya pendaftaran dan pengajuan dilakukan secara online melalui situs atau aplikasi perusahaan terkait. Hindari memberikan data-data pribadimu ke pihak lain yang tidak dikenal dan tidak jelas kredibilitasnya. Apabila menggunakan aplikasi, pastikan kamu hanya mengupload data-datamu ke aplikasi tersebut. Jangan memberikan apalagi meminjamkan data pribadi ke orang lain.

Yang nggak kalah penting selain dokumen dan cara pengajuan pinjaman adalah biaya-biaya yang menyertai pinjaman tersebut. Nggak cuma suku bunga, tapi juga biaya provisi dan biaya keterlambatan. Sebab, biaya-biaya ini yang nantinya akan menentukan besar kecilnya angsuran yang harus kamu bayar. Hindari menggunakan fintech dana cepat yang tidak secara transparan memberi informasi soal suku bunga dan simulasi cicilan. Karena di kemudian hari bisa saja bunga berubah-ubah dan muncul biaya tambahan lain yang membuat jumlah angsuran bulanan menjadi membengkak.

Kebijakan privasi dan keamanan data

Dibandingkan dengan mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga konvensional, pinjam ke aplikasi fintech yang berbasis online bisa dibilang lebih berisiko dari sisi keamanan data. Untuk itulah pentingnya mengecek teknologi yang digunakan fintech beserta kebijakan privasi yang ada pada situs atau aplikasi fintech terkait.

Kredivo adalah salah satu fintech yang bisa jadi contoh ideal. Dalam aplikasinya, Kredivo menggunakan teknologi enkripsi data yang mengamankan semua data yang diinput pengguna agar tidak terbaca pihak lain. Begitu juga dalam kebijakan privasinya, Kredivo menjamin bahwa data-data nasabah tidak akan disebarkan, disewakan, atau diperjualbelikan.

Sebaiknya, jangan gunakan fintech yang di dalam situs atau aplikasinya tidak ada informasi yang jelas tentang Kebijakan Privasi dan Keamanan Data. Kalau pun ada, pastikan kamu membacanya dengan teliti, sebab beberapa fintech menyatakan secara jelas dalam kebijakan privasinya bahwa fintech berhak atau akan menggunakan data-data pribadimu untuk kebutuhan terkait penagihan dan aktivitas marketing lainnya.